Beranda / Wisata / Menyusuri Keindahan Surga Tersembunyi di Desa Wisata Penglipuran

Menyusuri Keindahan Surga Tersembunyi di Desa Wisata Penglipuran

desa panglipuran
Home » Wisata » Menyusuri Keindahan Surga Tersembunyi di Desa Wisata Penglipuran

Oke, jujur aja, sebelum ke Desa wisata Penglipuran di Bali, saya agak skeptis. Banyak travel blogger yang bilang ini ‘surga tersembunyi’, ‘desa terbersih’, bla bla bla… standar deh. Tapi begitu sampai di sana, saya langsung paham kenapa tempat ini begitu populer. Bukan cuma karena Instagramable, tapi karena memang ada sesuatu yang beda dari desa ini. Biarkalian ga penasaran dengan keunikan desa ini, siapa tau kalian juga bisa mengunjunginya simak terus pembahasannya di bawah ini ya sob.

Apa Sih yang Bikin Desa Wisata Penglipuran Istimewa?

Yang paling mencolok tentu saja arsitekturnya. Rumah-rumah di sini seragam, menghadap ke arah yang sama, dan punya gapura khas Bali yang cantik banget. Materialnya juga masih tradisional, pakai bambu dan kayu. Kesannya kayak kembali ke masa lalu, tapi tetap terawat dan bersih.

Selain itu, budayanya juga masih kental terasa. Penduduknya masih menjalankan tradisi adat dengan baik. Saya sempat lihat upacara kecil di salah satu rumah, dan itu jadi pengalaman yang menarik banget. Kita bisa merasakan kehidupan desa yang autentik, bukan cuma sekadar tontonan wisata.

Keunikan Tata Ruang Desa Wisata Penglipuran yang Rapih

Saya Melihat Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Penglipuran adalah tata ruang desanya yang tertata rapi dan simetris. Rumah-rumah tradisional berdiri berjajar di sepanjang jalan utama desa dengan desain arsitektur khas Bali.

Setiap rumah memiliki gerbang tradisional yang disebut angkul-angkul, serta halaman yang tertata dengan baik. Penataan ini mengikuti filosofi Tri Mandala, yaitu pembagian ruang berdasarkan nilai kesucian dalam budaya Bali.

Keindahan tata ruang tersebut membuat desa ini sering dijadikan lokasi fotografi dan destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

desa wisata penglipuran

Suasana Asri dan Bebas Sampah

Ketika Saya memasuki desa ini, kita akan langsung merasakan udara yang segar dan lingkungan yang bersih. Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke area utama desa, sehingga suasana terasa lebih tenang dan nyaman.

Di sisi utara desa saya melihat hutan bambu yang masih alami, menambah kesan sejuk dan alami. Area ini juga sering dijadikan tempat berjalan santai sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Pengalaman Pribadi: Jalan-jalan dan Ngobrol dengan Warga

Saya sempat jalan-jalan santai menyusuri desa ini. yang saya rasakan Udaranya segar, suasananya tenang, jauh dari hiruk pikuk kota. Sempat juga ngobrol dengan beberapa warga, mereka ramah dan senang berbagi cerita tentang desa mereka. jadi buat kalian ni cocock banget buat ngilangin stres atau sekedar menghibur diri.

Yang menarik, di Penglipuran ini, setiap keluarga punya lahan sendiri untuk berkebun atau beternak. Jadi, mereka nggak cuma mengandalkan pariwisata, tapi juga punya mata pencaharian lain.

Plus Minus Desa Penglipuran

Nggak afdol rasanya kalau nggak kasih review yang jujur. Jadi, ini dia plus minus Desa Penglipuran menurut pengalaman saya:

  • Plus:
    • Arsitektur tradisional yang unik dan terawat.
    • Budaya yang masih kental terasa.
    • Kebersihan yang terjaga.
    • Suasana yang tenang dan damai.
  • Minus:
    • Terlalu ramai saat high season. Susah dapat spot foto yang bagus.
    • Harga makanan dan minuman sedikit lebih mahal dari tempat lain di Bali.
    • Beberapa sudut desa terasa terlalu ‘dibuat’ untuk wisatawan.

Walaupun Instagramable banget, Desa Penglipuran ini lebih dari sekadar tempat buat foto-foto. Ada nilai budaya, sejarah, dan keindahan alam yang bisa kita nikmati. Jadi, kalau kamu cari pengalaman wisata yang autentik dan bermakna, Penglipuran ini pilihan yang tepat. Tapi kalau cuma cari tempat buat pamer di sosmed, mungkin ada tempat lain yang lebih cocok.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *