Beranda / Kuliner Nusantara / Warisan Kuliner Kesultanan Ternate Terbalut Penuh Makna Dalam Daun Lontar

Warisan Kuliner Kesultanan Ternate Terbalut Penuh Makna Dalam Daun Lontar

Home » Kuliner Nusantara » Warisan Kuliner Kesultanan Ternate Terbalut Penuh Makna Dalam Daun Lontar

Mungkin di sini mengira ternate hanya menyuguhkan pemandangan menakjubkan serta situs-situs sejarah yang berharga, namun ternyata kita semua salah, Ternyata ternate juga menawarkan cita rasa kuliner yang mencerminkan kekayaan budaya dan rempah-rempah yang telah dikenal sejak zaman dulu. Salah satu hidangan yang di anggap sangat berkelas yaitu Pali pali Salah satu Hidangan yang di masak dengan anyaman daun lontar yang menyerupai lontong.

Satu jenis makanan yang sangat berkelas di Kesultanan Ternate. Pali-pali namanya, sejenis lontong berbentuk bulat lonjong namun dikemas dalam anyaman layaknya ketupat. Konon, makanan ini adalah sajian kesukaan para Sultan di Ternate. Bahkan, juru masak yang kami temui menyebutkan bahwa Pali-Pali biasanya hanya dibuat ketika ada acara Kesultanan saja.

Asal Usul Kuliner dari Kesultanan Ternate

Hidangan ini merupakan salah satu mozaik kuliner di Ternate yang begitu nikmat dan bernilai tinggi. Meski tampak sederhana, kelezatannya mencerminkan kemewahan yang dulu hanya dinikmati di lingkungan Kesultanan. Sudah selayaknya warisan kuliner ini dijaga dan dilestarikan, terutama di tengah gempuran makanan instan dan modern yang mengancam keberadaannya. pali-pali merupakan sajian kesukaan para Sultan di Ternate. Bahkan, konon makanan ini biasanya hanya dibuat ketika ada acara kesultanan saja.

Pali-pali dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam kemasan anyaman daun lontar. Berbeda dengan ketupat atau makanan semacamnya, pali-pali dibuat tanpa menggunakan santan.

Untuk membuat pali-pali dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Lamanya waktu pembuatan berkaitan dengan proses mengukus pali-pali mentah hingga terbentuk.

daun lontar

Keunikan Cara Memasak dalam Daun Lontar

Dari segi rasa, kuliner Ternate memiliki cita rasa khas mirip ketupat. Hal itu karena penggunaan daun lontar sebagai pembungkusnya.

Hal ini membuat pali-pali nikmat meski dimakan langsung tanpa tambahan apapun. Namun, masyarakat setempat biasanya menyantap pali-pali bersama gohu ikan atau makanan khas Ternate lainnya.

Bagi masyarakat Ternate, pali-pali merupakan makanan yang cukup sakral. Bahkan, tak semua orang layak membuat pali-pali.

Cita Rasa yang Unik

Dari segi cita rasa, hidangan ini memiliki keunikan tersendiri yang berasal dari daun lontar sebagai pembungkusnya. Aromanya pun berbeda dengan lontong yang menggunakan daun pisang. Teksturnya mengingatkan pada ketupat yang kerap menjadi sajian utama saat Lebaran. Dinikmati langsung sudah lezat, tetapi semakin nikmat jika disajikan bersama gohu ikan atau hidangan khas Ternate lainnya.

Makna Budaya dalam Kuliner Tradisional

Meski tampak sederhana, pali-pali justru sangat istimewa karena dianggap sebagai kuliner sultan. Tak heran, jika masyarakat Ternate terus melestarikan sajian ini agar tetap eksis dan tidak tergeser dengan kuliner modern. Sudah Sepantasnya kita sebagai Rakyat Indonesia Turut Melestarikan kuliner yang ada di seluruh penjuru indonesia, agar tidak hilang di telan waktu dan perkembangan teknologi.



Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *